Sebagai langkah awal, Adhyaksa membidik Stadion Gelora Kie Raha sebagai markas baru. Stadion itu dinilai layak karena sudah lolos verifikasi dan kini juga digunakan oleh Malut United.
Tak hanya pindah markas, Adhyaksa juga membuka kemungkinan menghidupkan kembali nama Persiter dalam identitas klub.
“Kalau seandainya di sana mungkin Adhyaksa Persiter Ternate misalnya,” ucapnya.
Eko memastikan jika klub benar-benar bermarkas di Ternate, maka talenta lokal Maluku Utara bakal mendapat tempat di dalam skuad.
“Kalau kita main di Ternate, sudah pasti kita akan ambil talenta-talenta Ternate yang akan kita gunakan. Intinya kita libatkan putra-putra daerah,” tegasnya.
Sebelumnya, Adhyaksa sempat dikaitkan dengan rencana pindah ke Nusa Tenggara Timur. Namun opsi itu batal karena fasilitas stadion dinilai belum memenuhi standar Super League, terutama soal pencahayaan dan infrastruktur pendukung.
Meski begitu, Eko mengaku masih ingin mempertahankan klub di Banten karena daerah tersebut merupakan tempat awal perjalanan tim sejak Liga 3.
“Kalau saya mau, stay di Banten. Karena sejarahnya ini Liga 3 dari Banten, marwahnya memang kita dari Banten,” tandasnya.
Sebagai informasi, Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada September 2026. (penamalut)