“Pendakian sudah ditutup permanen. Karena itu, para pencinta alam dan pendaki diimbau tidak melakukan aktivitas pendakian maupun memasuki kawasan pegunungan yang telah ditetapkan sebagai zona rawan,” katanya.
Saat ini, jenazah kedua WNA asal Singapura tersebut telah dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Menurut Piet, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Maluku Utara dijadwalkan melakukan identifikasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kemungkinan besok tim DVI Polda Maluku Utara akan melakukan langkah identifikasi terhadap identitas jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga,” tutupnya.