Menanggapi hasil tersebut, Sherly menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kalangan muda. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat program-program yang berorientasi pada generasi muda.
“Kami akan terus menghadirkan kebijakan yang inklusif dan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi anak muda dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Survei ini dilakukan pada periode 1–30 Maret 2026 dengan melibatkan 800 responden dari berbagai daerah di Indonesia, dengan rentang usia 17 hingga 35 tahun. Metode yang digunakan berbasis persepsi terhadap kinerja gubernur selama periode tertentu.

Pengamat kebijakan publik menilai, capaian tersebut mencerminkan adanya pergeseran preferensi generasi muda terhadap gaya kepemimpinan yang komunikatif, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan hasil ini, Sherly Tjoanda Laos dinilai sebagai salah satu kepala daerah yang berhasil membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus menunjukkan kinerja yang mendapat pengakuan secara nasional.