TERNATE – Bupati Piet Hein Babua menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Maluku Utara Tahun 2027 yang digelar di Gamalama Ballroom, Bela Hotel, Jumat (8/5/2026).
Musrenbang tersebut mengusung tema “Konektivitas adalah Kunci Memutus Mata Rantai Kemiskinan”. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Ketua DPRD Maluku Utara Iqbal Ruray, Direktur Pembangunan Indonesia Bappenas Ika Retna Wulandary, unsur Forkopimda, kepala daerah se-Maluku Utara, hingga pimpinan kementerian dan lembaga terkait.
Musrenbang RKPD 2027 secara resmi dibuka Gubernur Sherly Tjoanda. Dalam sambutannya, Sherly menyoroti tingginya pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 34 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada 2025 dan masih berada di angka 19,3 persen pada kuartal I 2026.
Menurut Sherly, pertumbuhan ekonomi tersebut harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani dan nelayan.
“Tanpa konektivitas, tidak ada pemerataan ekonomi. Delapan puluh persen penduduk Maluku Utara adalah petani dan nelayan. Satu-satunya cara agar mereka keluar dari kemiskinan struktural adalah memastikan hasil panen dan tangkapan bisa cepat sampai ke pasar melalui jalan dan jembatan yang terkoneksi,” ujar Sherly.
Ia juga menyinggung kondisi infrastruktur jalan di Maluku Utara. Dari total sekitar 6.300 kilometer ruas jalan provinsi dan kabupaten/kota, sekitar 1.900 kilometer di antaranya mengalami rusak berat.
Untuk mengatasi persoalan itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyiapkan sejumlah langkah strategis dengan target pembiayaan mencapai Rp 4,5 triliun.