Gubernur Sherly Laos Layani Langsung Pembeli Pangan Murah di Sofifi
Sofifi – Sherly Tjoanda turun langsung melayani warga yang berbelanja dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Bundaran Kilometer 40, Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Senin 2 Maret 2026.
Kehadiran Sherly disambut antusias warga. Bahkan sebelum tiba di tenda utama, ia sudah dikerumuni masyarakat yang meminta bersalaman dan berfoto bersama.
Dalam kegiatan tersebut, Sherly didampingi Sarbin Sehe beserta istrinya. Pangan murah itu digelar bertepatan dengan pelaksanaan Kampung Ramadan yang dipusatkan di lokasi tersebut.
Sebelum meninjau lapak penjualan, Sherly menyempatkan diri berdialog dengan ibu-ibu rumah tangga yang telah mengantre. Sejumlah keluhan disampaikan secara langsung.
Warga meminta agar pemerintah segera memperbaiki jalan Pasar Galala di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, yang rusak dan dinilai menghambat aktivitas ekonomi.
Menanggapi keluhan itu, Sherly meminta organisasi perangkat daerah terkait segera mendata pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan bantuan. Ia juga mengaku jalan galala tahun ini juga bakal diperbaiki yang dikeluhkan warga.
“Harga normal paket Rp160 ribu, masyarakat cukup membayar Rp50 ribu. Ini dibantu oleh Bulog dan Badan Pangan Nasional,” ujarnya.
Komoditas yang dijual antara lain beras SPHP seharga Rp12 ribu per kilogram, beras premium di bawah harga pasaran yang saat ini berkisar Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, serta minyak goreng dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter.
Usai meninjau pangan murah, Sherly bersama Sarbin berkeliling area Kampung Ramadan. Ia mengatakan, konsep Kampung Ramadan tahun ini dibuat terpusat agar tidak ada lagi pedagang yang berjualan di bahu jalan.
“Supaya tertata dan tidak semrawut di pinggir jalan, semua pedagang masuk ke satu titik,” katanya.
Berdasarkan laporan sementara, rata-rata pedagang memperoleh omzet Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari sejak hari pertama pembukaan.
Pemerintah provinsi juga berjanji melengkapi fasilitas pendukung, termasuk penyediaan toilet umum yang sebelumnya dikeluhkan belum tersedia.
Gerakan Pangan Murah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama Ramadan.










